Minggu, 09 Agustus 2015

Saya dan Pisang bukan Salah Paham

Buah kesayangan ini memang tidak saya publikasikan secara terang-benderangan soalnya sering kali membuat orang-orang salah paham. Banyak yang salah menafsirkan. Tapi sejak saya nulis ini orang-orang jadi hapal saya suka makan pisang. Dan tetap masih jadi olok-olokan untungnya bukan cibiran. Meski begitu tidak mengurangi saya untuk meninggalkan pisang. Saya suka pisang, apalagi kalau galau sedang melanda, baik galau yang disebabkan oleh cuaca, deadline pekerjaan maupun kakang prabu yang tak kunjung datang. Kalau galau begini coklat dan pisang sudah tentu jadi sasaran.

minion dan pisang
foto ilustrasinya 
Kadang-kadang saya suka merasa pengin makan Minion juga

Gak ngerti juga mengapa para bidadari, yang makan pisang sering mengundang perhatian dan jadi materi buat komentari.  Dari mulai cara memegang pisang sampai melahapnya. Makanya saya suka sembunyi-sembunyi kalau makan pisang. Malah dulu sempat baca ada satu negara yang melarang kaum perempuan makan pisang sembarangan (di tempat umum) karena dianggap vulgar. Semoga saja berita yang saya sempat baca itu cuman HOAX belaka. Layaknya berita-berita sekarang yang menghiasi halaman lini masa media sosial masing-masing.


Pisang adalah buah-buahan pertama yang dimakan oleh bayi. Disusul oleh jeruk, apel, pear, buah naga, nanas, nangka lalu duren. Iya, abaikan saja tiga terakhir itu mah yaaa... sebelum ditangkap yang berwajib.

Perihal pisang yang menjadi anti galau, pelipur lara, penentram jiwa dan raga karena rupanya pisang mengandung triptopan senyawa asam amino yang membantu tubuh memproduksi serotonin. Lengkapnya bisa dibaca  manfaat pisang.

Malah perpaduan dengan coklat efeknya semakin dahsyat. Gak perlu pakai narkoba buat menenangkan jiwa. Coklat mengandung Phenetylamine yang akan memproduksi hormom endorfin dalam tubuh kita. Hormon yang bisa menimbulkan rasa bahagia. Begitu katanya. Weisss, bahasa tingkat tinggi padahal copas. Hahahaha...
Jadi apa salahnya kalau saya dan banyak perempuan lain menyatakan diri suka makan pisang?

Dari wikipedia saya baru tahu kalau Indonesia itu negara penghasil pisang ke-7. Yaaah, kenapa ke-7? kenapa tidak pertama. Sebagai penggemar pisang saya tahu Indonesia punya banyak varian pisang meski saya belum tahu jumlah varietas pisang di Indonesia dengan pasti karena belum nemu sumber rujukannya.
Jangan-jangan kita malah impor pisang pula. Soalnya di supermarket sering ditemukan pisang-pisang yang dikasih label negara luar. Pernah sih makan pisang import itu, tapi lidah saya masih suka rasa yang lokal. Seperti pisang kepok, pisang tanduk, pisang ambon. Pisang lokal rasanya lebih eksotis dong, gak flat.

Sedikit menyimpang dari cerita pisang, gara-gara postingan foto-foto sampah yang sedang marak di-share di media sosial. Seperti foto kaum WNA yang membersihkan sampah gunung Rinjani atau sampah oleh-oleh mudik lebaran kemarin . Foto dibawah ini kebetulan disponsori oleh Mie instan yang sampahnya tidak sedap baik dipandang maupun diurai oleh tanah.
sampah mudik
gambar dari Fans Page Komunitas Ayah Edi
Jadi kepikiran. Apakah perlu dibuat #gerakanperempuanmakanpisangnasional ?

Mengapa pisang?
1. Ok, dari segi manfaat yang sudah dikemukankan diatas. Sudah jelas, perlu kejelasan lagi silahkan bertanya pada mang Google.
2.  Sekitar 45% konsumsi buah-buahan di Indonesia adalah pisang (sumber wikipedia) jadi buah-buahan yang lain berbagi di 55%.
3. Harga kompetitif laaah... terjangkau. (Mau bilang relatif juga, agak riskan hari gini menilai harga)

Mengapa perempuan?
1. Mengundang Perhatian dan Komentar. Sudah jelas diatas. Jadi keadaan ini bisa dijadikan kendaraan buat menyampaikan misi. Misinya mengurangi sampah. (keukeuh)
2. Menurut survey yang dilakukan Pak Rudi bahwa kebanyakan yang membuang sampah sembarangan ke sungai atau tempat-tempat strategis yang bisa membuat kekacauan adalah kaum ibu. Kaum perempuan. Saya tidak menampik hal ini karena sering kali saya melihat kaum perempuan membuang sampah sembarangan, seperti halnya  membuang mantan, Padahal kaum ibu adalah orang pertama yang akan mengajarkan generasi berikutnya tentang segala macam termasuk membuang sampah. Hal kaum ibu terbukti dilapangan membuang sampah sembarangan disebabkan oleh dua kemungkinan. Kemungkinan pertama karena kaum bapak jangankan membantu membuang sampah, memikirkan sampahnya saja tidak. Kemungkinan keduanya masih dipikirkan.
3. Untuk mengikis komentar negatif, pikiran miring menjurus sinting tentang perempuan memegang dan memakan pisang.

Meski agak sulit bagi saya menjelaskan bagaimana hubungan antara pisang dan fenomena sampah ini pada khalayak ramai pemirsa semuanya. Tetapi saya punya pemahaman setidaknya kulit pisang lebih ramah lingkungan. Jadi hubungan pisang dan sampah pun bukan salah paham. Jadi kalau mau cemal-cemil karena galau makan pisang saja. Cangkangnya masih bisa dimanfaatkan jadi pupuk. Beda dengan cemilan yang dikemas pakai plastik. Belinya bawa kantong dari rumah jadi akang-teteh penjaga tokonya gak perlu ngasih plastik. Tentu saja kalau kulit pisangnya gak dibuang sembarangan. Kalau dibuang sembarangan bisa mencelakakan. Teuteup!!!

Littering
Katanya suruh di-share, jadi cocok lah ada disini. 

Kita yang lapar, kita yang nyampah, kita yang stress, lalu giliran musibah datang pasti pemerintah jadi sasaran. 

Percaya deh, mau Walikotanya siapa, Presidennya siapa kalau buang sampahnya sembarangan dan gak ada tanggung jawabnya sekali sama cangkang-cangkang itu tetap saja. Banjir merajalela, penyakit berdatangan. 

Semoga saja dengan #gerakanperempuanmakanpisangnasional ini akan menggugah rasa peduli akan sampah.  Eh, bisa sekalian meningkatkan produksi pisang Indonesia juga. Gak jadi ke-7 lagi. Dan Kita-kita ini, kaum Bidadari gak perlu diolok-olok kalau megang pisang.

Nah, saya buka #gerakanperempuanmakanpisang dengan foto ini. Kalau ada yang mau ikutan silahkan upload foto makan pisang dengan berbagai gaya ramai-ramai. Pakai hastag-hastag juga boleh. Lebih utama sih kalau menurut saya cara berpartisipasinya buang sampah pada tempatnya dan usahakan lakukan membuat sampah sesedikit mungkin. Seperti bawa thumbler buat minum jangan minum air minuman kemasan, kalau beli makanan masukin ke lunch box jangan masukin plastik atau kresek. Bawa kantong belanjaan sendiri. Hal-hal kecil itu ternyata berdampak besar lho.


Ayul
#gerakanperempuanmakanpisangnasional

Salam.... selamat mencoba.
Oh ya, saya akan melaporkan ide ini kepada duta pisang nasional yakni Om @newsplatter

5 komentar:

  1. Bener banget. Menjadi org yang pertama utk mulai memang tidak mudah. Bedanya kalo untuk hal kayak gini gampang yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. #gerakanperempuanmakanpisangnasional

    hem, sayangnya saya nggak terlalu suka pisang. kecuali kalau sudah digoreng -,-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuuu Mbak Ratih Dian
      Gak apa2.. yang penting kita peduli sampah. Jangan sampai sampah mengambil alih tempat kita
      #gerakanperempuanmakanpisangnasional :)

      Hapus
  3. Betul kang, sebetulnya Mudah tapi koq serasa syusaaah...
    Tertib aja kali yaaa
    #gerakanperempuanmakanpisangnasional

    BalasHapus