Kamis, 07 Januari 2016

Saya yang Jomblo situ yang respot!

Kata Jomblo tidak akan ditemukan dalam KBBI melainkan jomlo yang artinya gadis tua.


jomlo/jom·lo/ n gadis tua

Seiring dengan perkembangannya kata jomlo mendapat sisipan hurup "b". Orang-orang lebih nyaman melafalkanya menjadi jomblo. Selain mendapat sisipan huruf baru, jom(b)lo mendapat perluasan makna. Tidak mengenal gender lagi. Jom(b)lo bisa diperuntukan bagi laki-laki maupun perempuan yang belum mempunyai pasangan tanpa harus tua terlebih dahulu.

Sumber: Dari sebaran pesan singkat



Salah satu tokoh yang turut andil mencuatkan nasib kaum Jom(b)lo adalah Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang biasa dipanggil Kang Emil. Kalau saya sih sekarang lebih suka manggil beliau Pak Wali. Bangga atuh lah, punya one of the kind walikota seperti itu. Boleh-boleh lah iri sama kami, warga Bandung.

Selain Jom(b)lo, kaum yang banyak mendapat perhatian Pak Wali adalah para mantan. Jom(b)lo dan mantan memang satu paket. Meski Pak Wali membuatkan taman Jom(b)lo tetapi tidak membuat taman mantan, kaum mantan jangan berkecil hati. Karena pada dasarnya setiap event yang ada di Bandung secara terselubung itu diperuntukan untuk para mantan. Setiap cuitan Pak Wali serta setiap do'a-do'a Pak Wali yang tersebar di medsos lalu disiar ulang oleh para pendukungnya selalu ada mantan yang menjadi perhatiannya. Ingat pesan Pak Wali, "Buanglah Sampah pada tempatnya, buanglah Mantan pada Temannya." Jangan sampai menyesal!!


Pada dasarnya hampir semua manusia pernah ada dalam situasi sebagai mantan maupun sebagai Jom(b)lo. Mungkin atas dasar ini pula Pak Wali mudah masuk dan diterima oleh masyarakat kota Bandung pada khususnya serta semua warga Nusantara pada umumnya karena semua pernah merasakan bahwa baik menjadi mantan maupun jom(b)lo itu sangat periiiiih Jendral!!!

Ada dua situasi umum yang sering dialami Jom(b)lo yang sering kali membuat kerancuan. Sekali lagi kerancuan bukan kegalauan. Karena perlu saya tegaskan rancu dan galau itu tentu hal yang berbeda. Situasi itu sebagai berikut :

1. Mumpung Masih Sendiri

Kalimat ini sering sekali disampaikan oleh teman sejawat, kerabat maupun sahabat untuk menghibur jika didapati salah satu temannya masih jom(b)lo.Entah itu Jom(b)lo disebabkan oleh pilihan atau karena accidental. Kronologi lengkapnya rata-rata seperti berikut ini:
"Mumpung kamu masih sendiri, banyak-banyaklah ikut kegiatan. Siapa tahu nanti di sana kamu ketemu jodohnya. Ikut Majelis Taklim kek, gabung komunitas, ikutan les jahit, les bahasa. Kumpul-kumpul lah! Tuh, di jalan Asia Afrika suka banyak ngumpul pahlawan bertopeng, coba kamu gabung," saran salah satu mantan Jom(b)lo yang merasa sukses mendapatkan jodoh dari kegiatan.
"Maksudnya saya pake topeng gitu?"
Tadinya kepikiran Tuxedo bertopeng milik sailormoon, atau pahlawan bertopeng seperti jagoan Shin Chan.
"Iya. Pake kostum juga boleh. Seperti kostum Dora, Naruto, Marsha. Kostum bebas saja, nah nanti kan difoto-foto tuh, terus disebar-sebar fotonya. Jadi kan kamu tuh nanti bakalan eksis sureksis."
Sekalian saja pakai papan dada terus templokin di jidat, kasih tulisan 'Saya Jom(b)lo Sholehah!'

Tentu saja hal ini bertentangan dengan hukum kekekalan Disney. Sebagaimana pun Rapunzel disembunyikan di menara yang tersembunyi dalam belantara rimba yang gelap, toh Eugene (Flynn Rider) tetap bisa menemukannya. 
Sebagaimana sleeping beauty yang tertidur lelap tanpa harus ngapa-ngapain tetapi sang Pangeran tetap datang menghampiri dan membuat mimpi sang sleeping beauty jadi kenyataan.

Teman saya yang sukses mengakhiri masa bakti jom(b)lo berpendapat bahwa  hukum kekekalan Disney tidak berlaku di era Generasi X,Y,Z. Melainkan harus eksis, meski nyamar jadi badut karakter di seputaran Jalan Braga dan Asia-Afrika.

Dan yang paling ngenes itu adalah ketika mereka sudah memanfaatkan ke-jom(b)loan itu sendiri. Misalnya jika ada sebuah event, lalu para manusia-manusia yang sudah tidak jom(b)lo ini dengan seenak-enaknya meminta kita jadi panitia tunggal untuk mengurusi hal tek-tek bengek bagi mereka dengan alasan kurang lebih begini:

"Coba lah, kamu urusin. Mumpung masih sendiri. Kalau sudah punya anak mah susah. Mau apa-apa ada anak. Harus izin suami pula. Mau keluar bentar juga susah." Keluhnya. meski akhirnya justru yang mengaku tidak jom(b)lo malah curhat.  Dan yang lebih bikin keki, mereka dengan enaknya ngeloyor bobo siang sedangkan para jom(b)lo yang di-cap banyak waktu luang harus wara-wiri kesana kemari. 


2. Kamu tuh terlalu banyak kegiatan.

Ketika para jom(b)lo dengan sukarela mengerjakan dan terlibat banyak kegiatan seperti saran-saran yang diatas. Bahwa pentingnya kaum jom(b)lo bersosialisasi demi kelangsungan peradaban manusia. Karena seperti kita ketahui manusia berkembang biak tidak dengan membelah diri. 
Waktu 24 jam, 7 hari dalam seminggu akan terasa berlalu sangat cepat. Dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. 
Kaum pemerhati Jom(b)lo akan berkomentar seperti berikut ini.
"Kamu tuh terlalu sibuk. Segala macem diikuti. Kapan atuh kamu mikirin buat diri sendiri. Ambil waktu sebentar. Jangan sibuk melulu atuh! les Bahasa gak penting banget laaah, les jahit juga buat apa. Iya, itu kamu, wara-wiri pake kostum, ngapain siih... ngumpul receh duaribuan???"
"Apaaa???!!!!" dua ribu juga duit, apalah arti satu milyar kalau kurang dua ribu. Jangan belagu lah, mentang-mentang sudah tidak jom(b)lo.

Padahal banyak juga para jom(b)lowan dan Jom(b)lowati yang jadi sibuk gara-gara termakan hasutan para alumni-alumni jom(b)lo.

Kemudian akhirnya mengerucut pada satu pertanyaan, "kamu itu karena jom(b)lo jadi cari-cari kegiatan atau karena kegiatan yang bejibun bikin kamu jom(b)lo?"
Nah, sodara-sodarah tentu pertanyaan ini akan sulit sekali menjawabnya. Jadi baiklah dari pada pusing-pusing mencari penyebab Jom(b)lo, seperti mencari jawaban ayam dulu atau telur dulu.
Kaum pemerhati jom(b)lo tentu tidak akan pernah berhenti mencari sebab-akibat. Mereka tidak akan puas, tetapi berbesar hatilah, setidaknya mereka memiliki satu kegiatan yaitu memberikan perhatian pada kaum termarginalkan yang ada dan tiada.


Sumber : Dari sebaran di media sosial

Seperti teman kecil saya yang dulu nyebelin banget dan sekarang sedikit berkurang nyebelinnya katakan, bahwa sesungguhnya mau di kuadran mana kita berdiri entah itu berada di kuadran Jom(b)lo atau di kuadran mantan, atau menempati posisi kuadran terhormat sebagai mantan Jom(b)lo. Kuadran yang paling banyak diidam-idamkan. Apapun itu yang harus kita lakukan adalah just enjoy your life.
Bukan kah tanpa Jom(b)lo dan mantan Pak Wali juga tidak akan seperti sekarang. Upppsss.... Percayalah every life has a purpose.... jadi let's enjoy it!



7 komentar:

  1. hahaha.. hidup kang emil ya teh..
    oia, saya kayanyaaa.. mantan.. dan jomlo juga wwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi Mantan Jomblo juga....
      Hahahahaha....

      Hapus
  2. Wadoh, itu surat edaran ada2 aja :D. Baru tahu jomblo jg ada kuadran2nya :D.

    BalasHapus
  3. Jomblo itu artinya masih disayang ma Allah agar gak nglakuin dosa. :)

    BalasHapus
  4. Baru tahu jomblo berasal dari kata jomlo :)

    BalasHapus
  5. serem sih sebenarnya
    klo belum punya pasangan
    di suntik mati
    untuk dijadikan patung di taman jomblo
    hahaha :D :D :D :D




    ---
    Supplier Tas Terbesar

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha... iya tuh,
      Kejam amat yaaah

      Hapus