Sabtu, 28 Mei 2016

1001 Alasan Poligami*

Kalau ditulis semua keseribu satu alasannya pasti gak akan cukup waktu membacanya. Malah bisa bikin bosan, bener gak??? gak Bener yaaa.... biarin deh. Dengan kata lain yang nulisnya juga cangkeul. plliss atuhlah. itu bisa jadi penyiksaan gaya baru.
Jadi langsung ke point-point penting. Alasan-alasan yang sering dijadikan legalisasi buat poligami. Urutannya ngacak saja, gak mesti runut seperti dalam on the spot.
Berikut adalah beberapa alasan yang sering kali digunakan untuk memuluskan langkah poligami.

1. Rasio Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan (Statistik)

Issue populasi perempuan lebih banyak adalah alasan paling klasik dan sering kali digunakan dengan keliru.

Padahal ada negera-negara yang penduduknya merasa jika punya anak laki-laki itu lebih baik  dari anak perempuan. Lalu tak segan menelantarkan anak perempuan (ada juga yang sampai menggugurkan). Ketika ada teknologi yang bisa merancang jenis kelamin, berlomba-lomba mereka mem-program kehamilan bayi laki-laki. Akhirnya jumlah laki-laki jadi surplus.

Ini adalah fakta yang mencengangkan. Dari sumber terpercaya 
rasio perbandingan laki-laki dan perempuan
Jumlah laki-laki dan Perempuan di Kota Bandung.
Sumber Fans page bapak Walikota Bandung Ridwan Kamil


Kalau tidak percaya dengan data tersebut, silahkan layangkan keberatan pada Pak Wali.


Untuk daerah lain, silahkan tanyakan kepada Pemimpin daerahnya masing-masing berapa perbandingan jumlah perempuan dan laki-laki.
Jadi khusus buat Perempuan Bandung dan Sekitarnya, jika ditawari untuk dipoligami dengan alasan statistik. Waspadalah!!!
Mungkin bagi yang kadung mempercayai kalau jumlah perempuan itu lebih banyak. Bisa jadi mereka melihat data dari petugas sensus yang melakukan sensusnya pada malam hari. Sehingga kuntilanak, kalong wewe dan perempuan KW dimasukan dalam data.

379.  Mencari mertua
Bagi segelintir orang (laki-laki) ketidak hadiran mertua bisa dijadikan alasan untuk berpoligami. Padahal nikmat apalagi yang harus didustakan jika sudah punya istri yang super ketat mengawasi. Mengawal selama 24 jam. 7 hari dalam seminggu. Kalau ada kejanggalan siap-siap saja buat di-investigasi. Masih saja ingin diawasi mamah mertua.

Keluarga Berencana

Olalalala, mungkin satu lagi baby sitter (positive thinking) 
Sumber dari sebaran di media sosial


“Kasihan sama Akang atuh Neng Bi, pengen rasanya punya mertua. Istri akang kan… yatim piatu. Jadi pengen sekali-kali mah diomelin mertua.” Dengan memelas Si Akang menawari saya untuk mau menjadi istri keeee..... sekian.
Untung Mamah saya tidak mendengar. Jika saja beliau tahu, tawaran tersebut bisa membuat Mamah merapalkan mantra untuk menurunkan badai petir dari angkasa. 
Bagi saya pribadi, tawaran tadi cukup menahan kelopak mata saya untuk berkedip beberapa saat. Kedekatan saya dan Mamah mungkin telah menarik beliau dan memberikan tawaran nekad. Selain Ehm… faktor x,y, z tentunya. Kedip-kedip bulu mata


783.  Suami Pancing
Pernah mendengar anak pancing kan?
Bukan sebuah kail berukuran kecil, tapi istilah yang digunakan bagi seorang anak yang dijadikan umpan agar bisa menularkan anak. Eh, kok jadi rancu begini. Begini deh, seorang pasangan mengadopsi anak agar mereka segera diberikan momongan. Nah, jadi anak yang diadopsi itu dijadikan pemancing. Disebut anak pancing. Begitu kira-kira. CMIIW.

“Kalau akang dijadikan suami pancing juga gak apa-apa. Memancing jodoh Neng Bi,” begitu katanya. Akang memang punya semangat tolong menolong yang tinggi. Membantu orang-orang yang susah. Susah dapat jodoh maksudnya.
Duuuh, begini amat ya, nasib jomblo sholehah…. Jodoh saja mesti dipancing-pancing.

952. Menuntaskan misi yang tertunda (CLBK = Cinta Lama Belum Kelar)

"Jadi kamu belum menikah??" 
Ujar beliau dengan  suka cita, riang gembira. Penuh kemenangan diiringi rombongan Cheerleader sebanyak 2 pleton dalam pikirannya. Ok lah, saya terlalu berlebihan. Tapi alasan saya su'udzon kepada beliau, teman sekolah yang pernah naksir dan saya tolak (sorry....) sangat kuat.

poligami
preeet....!!!
eh, maksudnya sumber gambar dari pesan yang dikirim dari orang tidak bertanggung jawab.

Harus saya akui tools saya dalam memilah dan memilih laki-laki memang tidak bagus. Harus di-up grade. I know. Nasib beliau sehingga harus merasakan penolakan saya, juga akibat dari ketumpulan tools saya.
Ma'af kan jika bertentangan dengan pernyataan Pak Wali yang mengatakan pemuda cungkring akan tumbuh menjadi laki-laki idaman di masa datang. Sayangnya, tools saya tidak melihat potensi itu pada beliau. 

Efek dari media sosial lalu berakhir di reuni yang digagas teman-teman telah berhasil mempertemukan kembali saya dengan si beliau ini. Saya tidak menyangka si beliau sekarang menjadi saudagar kaya raya. Menyesal? ah, tidak juga. Gak perlu disesali (padahal dalam hati nangis kejer-kejer)
Selain menjadi saudagar kaya raya, saya sekarang jadi tahu juga kalau beliau ini pandai membaca peta. Padahal seingat saya, setiap pelajaran geografi mesti saja minta izin buat cuci muka. Nilai ujian geografinya pun bagusan saya lah, da sering kali dia itu menjadikan pelajaran geografi mendekati saya. Buat nyontek.

Sekarang si beliau paham betul kalau pelajaran geografi itu penting. Bukan sekedar biar tidak di-kadali google maps. Tapi untuk membagi wilayah. Membuat kecil kemungkinan agar beliau tidak terpergok sedang bersama saya oleh istrinya. Agar dunia aman .... dunia dia. Sungguh terlaluuuu~~~~~ 
"Jadi nanti saya belikan rumah di kompleks perumahan di Bandung timur," katanya seraya menyebutkan nama kompleks tersebut yang harganya ber-M M ria.

Selain tawaran rumah, saya pun ditawari kendaraan operasional. Awalnya saya ditawari sebuah kendaraan keluarga dengan 9 tempat duduk. Duuuh, ya, ini gimana lagi. Saya keberatan dooong dengan mobil jenis itu. Selain jumlah tempat duduknya 9 gak elegan menurut saya mah, di Bandung mobil jenis ini pabalatak. Nanti dikira mobil operasional perusahaan atau mobil antar jemput tamu hotel. Gak peka amat yaaa...
Eh tapi, si beliau langsung mengiyakan ketika saya ajukan mobil cukup 2 pintu aja. 2 tempat duduk. Warna merah. Edisi terbatas biar jalan Bandung ada warnanya.

Duuuh, jadi bikin deg-deg an teman-teman.

Akhirnya tawaran yang bernilai hampir 3 M itu terpaksa saya tolak tanpa harus saya pertimbangkan dahulu bersama Mamah. Saya tidak ingin nilai 3 M menguji iman Mamah, apalagi kalau Mamah tahu si beliau juga menyanggupi keinginan Mamah untuk umroh setiap bulan Ramadhan. Penolakan ini didasari karena saya tidak ingin terjadi aksi teaterikal yang dramatis atau penggamparan secara tiba-tiba di kota Bandung. Biarkan Bandung tetap aman tentram dan damai selamanya. 

Jika alasan para laki-laki bisa mencapai seribu satu, mungkin juga lebih. Bagi mereka untuk melakukan poligami Tidak demikian bagi perempuan. Jika pun ada yang menerima dipoligami biasanya, alasannya sih cukup satu gak perlu sampai seribu.

*Syarat dan Ketentuan Berlaku

11 komentar:

  1. Abis nomor 1 langsung 379 :))
    Masalahnya cuma 1, 1 perempuan/laki-laki aja ga akan 'abis' seumur hidup, lha ini mau berbanyak2 ria .. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya atuh Teh Winda, da kalau nulis semuanya mah cengkeul. Hehehehe

      Hapus
  2. Hahahaa aduh bener mbak, utg ga dibahas satu persatu. Utg dr nomor 1 langsung nomor 379 (kok jd lgsung nyambung ke nomor bis disini... ga nyambung dahh) .. dan benar... ada saja alasannya utk bs nambah....cinta... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Owwwh... kebetulan disengaja itu sepertinya. :D
      Alasannya memang aneh, kemarin malah ada yang beralasan pengen punya anak lagi tapi kasihan sama istrinya kalau harus melahirkan, jadi mau pake cari istri cadangan. Macam-macam sajaa

      Hapus
  3. kalau saya nanti jangan sampek poligami, satu istri aja sudah cukup untuk menemani saya setiap harinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Verba valent, Scripta Manent.
      Semoga yang seperti akang ini teh,makin banyak lah jumlahnya..
      Hehehehe

      Hapus
  4. Duh..suami pancing..enak di lakinya kali yaa..haha

    BalasHapus
  5. Duh..suami pancing..enak di lakinya kali yaa..haha

    BalasHapus
  6. Aduh sereeem itu istrinya 3 >.<
    Suami saya bilangnya sih satu istri cukup. Mudah-mudahan selamanya aamiin

    BalasHapus
  7. Semua kembali ke ilmu masing2, poligami selama itu mampu dan bisa berbuat "adil" ini ladang amal. Tapi di zaman sekarang adil teh ukuranna bisa memuaskan hasrat birahi aja udh bs poligami.. Kasian kan..

    BalasHapus