Kamis, 02 Februari 2017

Menjadi Sebab

Penantian saya yang berminggu-minggu menunggu kabar dari bidadari, terjawab sudah oleh angin. Kabar angin memang sering kali sukar dipercaya. Orang menganggapnya kabar yang mengada-ada. Tapi jika kabar dari angin saya agak sukar menyangsikannya. Angin adalah utusan bidadari untuk berkirim kabar kemari.



"Saya kagum pada bidadari," kata saya kepada angin.
Saya boleh kagum, tapi ternyata bidadari sangat tersiksa. Hal yang saya kagumi justru menjadi kutukan bagi bidadari sendiri. Setidaknya akhir-akhir ini dia merasa begitu. Seumur hidupnya yang abadi, baru kali ini dia merasa kekuatannya menjadi kutukan.
Saya kagum pada bidadari yang diberi kekuatan sehingga dia bisa membuat seseorang rela mati, bahkan mematikan yang lain hanya karena saking ingin 'dilayani' oleh bidadari.
"Jadi menurut kamu secara tidak langsung saya telah membunuh? Tetapi memakai tangan orang lain. Begitu??! Berlomba-lomba menebar ketakutan. Apakah saya menjadi sebab kekacauan di dunia?!" angin menirukan pesan bidadari. Angin adalah peniru yang ulung. Dia menjelma menjadi pohon, layangan. Apapun yang dia mau.
Villa Boscha - Pangalengan

Saya terdiam. Pesan yang dibawa angin membuat saya berpikir.
Kata angin, bidadari tengah bersedih. Seharusnya dia bring out the good, bukan mengeluarkan evil's advocate. Eh, itu mah The Devil's Advocate judul film. Diralat. Mengeluarkan sisi kejam dari manusia. Menjadi sebab orang berbuat jahat tidak ada dalam job desk-nya. Mengapa bisa terjadi salah tafsir? Apa manusia se-baper itu.
Ibaratnya, jika sekalipun ada seseorang yang berniat jahat lalu teringat akan bidadari. Orang itu akan mengurungkan niatnya. Lalu menebar kebaikan. Bukan sebaliknya.
Saya jadi curiga sebetulnya itu bukan kata-kata bidadari semata, tapi mungkin angin sendiri. Sengaja ingin menceramahi saya. Karena saya sering  ngomel-ngomel pada angin yang telah mengacak-acak jemuran.

1 komentar:

  1. Bidadari tetaplah bidadari. Tak peduli seberapa angin menerpa dengan kencangnya. Sebagaimana sosoknya digambarkan dalam cerita.

    BalasHapus